Teringat sebuah cerita yang mungkin kita pernah dengar. Seorang anak karena merasa malu mempunyai ibu yang buta, menjauhi dan tidak mau bertemu dengan ibunya. Namun Karena kerinduan seorang ibu kepada anaknya, ibu tersebut hendak mengunjungi anaknya yang telah berkeluarga dan mempunyai anak.
Alih-alih kedatangannya disambut oleh anaknya. Yang terjadi malah diusir dari rumah anaknya. Singkat cerita, ibu tersebut hanya meninggalkan sebuah surat yang berisi permohonan maaf kepada anaknya. Dalam suratnya si ibu memohon maaf karena telah membuat anaknya malu. Namun dia menjelaskan alasan mengapa dia buta. Karena tidak tahan dengan cacian orang lain kepada anaknya, hanya gara-gara anaknya buta. Sehingga dia lebih memilih mendonorkan mata untuk anaknya, agar anaknya lebih bahagia.




